Radar URL

Senin, 27 Mei 2013

Bayern Munich wins Champions League 2012/2013


With minutes left to play and the biggest game in club football once again in his hands, Arjen Robben made sure he didn't miss this time.
Robben found redemption at Wembley Stadium on Saturday, scoring the winner in the 89th minute of the Champions League final to give Bayern a 2-1 victory over German rival Borussia Dortmund — ending four years of frustration for his team in Europe's biggest tournament and erasing some of the painful memories of his penalty miss in last year's final.
"I don't know how many times I dreamed about it," Robben said. "Everybody I spoke to before the game I said, 'Today is going to be the night and we're going to do it.' To do it in the end is an unbelievable feeling."
This was a win that was long in the making for both Robben and Bayern, not only because of the stubborn challenge from a Dortmund side that refused to accept its status as underdog in the club's biggest game in 16 years. Bayern had lost two of the last three Champions League finals, including the gut-wrenching defeat in a penalty shootout to Chelsea last year in its own stadium in Munich.
Robben missed a penalty in extra time in that game, a mistake that stung the Bayern fans so much that many temporarily turned against him. This time, when he carried the European Cup toward the thousands of celebrating red-and-white fans and raised it over his head, there was nothing but undivided adulation in return.
'I don't know how many times I dreamed about it. Everybody I spoke to before the game I said, 'Today is going to be the night and we're going to do it.' To do it in the end is an unbelievable feeling.'—Bayern Munich's Arjen Robben
"There are so many emotions, especially after where we came from. Last year was such a disappointment," Robben said. "We've spoken about it. The last four years, we've been in the final three times. It needed to happen but you still have to do it."
In a game that featured a slew of chances for both teams, Mario Mandzukic put Bayern ahead in the 60th minute at Wembley Stadium before Ilkay Gundogan levelled from the penalty spot eight minutes later, after defender Dante fouled Marco Reus in the area.
Robben had missed two great chances in the first half, reviving memories of last year and even of the 2010 World Cup final, when the winger missed the Netherlands' best chance when he came one-on-one with Spain goalkeeper Iker Casillas and missed.
Even Bayern great Franz Beckenbauer, the club's honorary president, said on TV during halftime that "evidently in the big games he just can't score."
But this time, he could.
Robben ran onto Franck Ribery's backheeled flick-on in the area and calmly slotted the ball past goalkeeper Roman Weidenfeller to give Bayern its first Champions League victory since 2001. Bayern lost to Inter Milan in the 2010 final.
"That's three finals and of course you don't want the stamp of a loser, you don't want that tag," Robben said. "It was a sense of 'finally.' It was unbelievable, I can't describe what's going through my mind."
Robben also set up the first goal for Bayern, taking a pass from Ribery and drawing Weidenfeller out toward the touchline before squaring for Mandzukic, who could hardly miss from a few yards out.
But the lead didn't last long. Dante clumsily clattered into Reus in the area, and Italian referee Nicola Rizzoli pointed to the spot. Gundogan sent Manuel Neuer the wrong way before calmly slotting his spot kick into the right side of the net.

'Disappointment'

But Dortmund seemed to tire toward the end, and Bayern had a couple of good chances before Robben's late winner.
"It's hard to deal with the disappointment right now, especially if you concede the goal in the 89th minute," Dortmund defender Mats Hummels said. "In the end we had become a little tired and Bayern took advantage."
The European Cup title caps a spectacular season for Bayern, which broke a host of Bundesliga records in running away with the German league title — finishing an unprecedented 25 points ahead of second-place Dortmund.
It can still complete a treble, as it faces Stuttgart in the German Cup final next Saturday.
Regardless of that result, coach Jupp Heynckes will leave the German powerhouse in perfect style. Heynckes, who is stepping down at the end of the season, won his second Champions League trophy after leading Real Madrid to the title in 1998. He will be replaced by Pep Guardiola next season, but the former Barcelona coach will have a hard time improving on this Bayern side — which dismantled the Spanish giants 7-0 on aggregate in the semifinals.
"It's incredible what the team had achieved in the last few years. And today we were finally rewarded. We had to overcome a lot of setbacks," Bayern captain Philipp Lahm said. "There was so much pressure, it was enormous. After you lose two finals, if you lose again you don't know if you'll get another chance. The pressure was so great, I've never felt so much pressure before. The international titles were missing, we never won a big international title for this generation."
For Dortmund, it's another bitter runner-up finish to its main rival, having seen Bayern end its two-year hold on the Bundesliga title.
"We are very proud to have given them a good contest," Weidenfeller said. "But we didn't manage to win. We gave our best. We'll be back next season."

Sabtu, 20 April 2013

Pentingkah Merayakan Hari Kartini ?


21 April bagi kaum hawa di negeri ini tentu saja merupakan hari yang istimewa. Karena pada tanggal tersebutlah salah seorang putri “kebanggan” Indonesia dilahirkan di bumi Jepara, Jawa Tengah. Raden Ajeng Kartini (1879-1904) namanya. Sebagai salah satu anak manusia yang pernah mengenyam bangku sekolah di negeri ini tentunya saya juga menaruh rasa hormat yang dalam kepada sosok wanita yang oleh masyarakat kadung dianggap sebagai figure teladan perempuan pejuang dan tokoh emansipasi wanita ini. Hal itu memang sudah terdoktrinkan secara sistematis ke dalam otak saya dan juga kepada jutaan alumni sekolah di republik tercinta ini bahwa memang demikianlah sosok harum Kartini. Namun setelah pikiran saya perlahan beranjak dewasa, kini saya mulai sadar bahwa Kartini ternyata tak se-sakral itu. Dan kini saya juga tertarik tuk meng-kritisi sosok Putri Kebanggan Indonesia ini, secara Objektif tentunya.

MENGENAL KISAH KARTINI

Nama Kartini sebenarnya baru meledak sedemikian tenar pasca diterbitkannya kumpulan surat-menyuratnya (Korespondensi) dengan para Nonik Belanda. Kumpulan surat yang diberi judul ”Door Duisternis tot Licht” (Habis Gelap Terbitlah Terang) itu sendiri diterbitkan 14 tahun setelah kematiannya. Dan inilah yang patut digaris bawahi, penerbitnya adalah Belanda sang penjajah negeri ini. 


Menjadi menarik jika kita cermati apakah gerangan maksud Belanda di balik semua itu. Mengapa kita patut curiga dengan maksud negeri yang telah mengeruk kekayaan perut Indonesia selama 3,5 Abad ini. Karena tidak mungkin negara yang tabiatnya adalah penjajah melakukannya dengan tanpa tujuan yang besar di baliknya. Belanda boleh saja tak menjajah Indonesia lagi secara fisik namun haram bagi mereka jika melepaskan Indonesia secara cuma-cuma karena negara inilah (baca: Indonesia) yang telah menghidupi negeri Kincir Angin tersebut selama 350 Tahun.

Pengkultusan Kartini adalah salah satu buah manis yang dihasilkan dari penanaman benih sejarah oleh Belanda melalui diterbitkannya buku Habis Gelap Terbitlah Terang. Melalui buku itu Belanda ingin mendoktrin otak-otak generasi Indonesia selanjutnya (utamanya wanitanya) agar mempelajari sosok Kartini dan meniru serta melanjutkan ide-ide Kartini yang tentunya telah dipoles sedemikian rupa oleh Belanda.

Jika kita berfikir lebih jernih, mengapa hanya Kartini saja tokoh wanita yang di Blow-Up sebegitu besarnya dalam sejarah yang dikonstruksi oleh Belanda? Bukankah di negeri ini dahulu juga banyak tokoh wanita yang juga tak kalah dengan Kartini dan bahkan lebih hebat dan besar jasanya bagi bangsa ini daripada Kartini. Jika Kartini hanya berkutat pada ide-ide dan diskusi dengan para Tokoh Belanda melalui surat-menyurat, maka masih lebih hebat Dewi Sartika (1884-1947) yang tidak hanya sekedar berwacana tentang pendidikan kaum wanita, namun juga mendirikan Sakola Kautamaan Istri (1910) yang berdiri di berbagai tempat di Bandung dan luar Bandung.

Kemudian ada lagi Rohana Kudus yang menyebarkan ide-idenya secara langsung melalui koran-koran yang ia terbitkan sendiri sejak dari Sunting Melayu (Koto Gadang, 1912), Wanita Bergerak (Padang), Radio (padang), hingga Cahaya Sumatera (Medan). Apalagi dengan Cut Nyak Dhien yang merupakan sosok wanita pejuang yang sangat tangguh hingga membuat Belanda sangat merasa terancam dengan pengaruh wanita yang satu ini di tengah-tengah masyarakat Aceh kala itu. Beliau berjuang bahkan dengan mengangkat senjata.

SERUAN EMANSIPASI KARTIINI DAN KAUM LIBERAL

Hari Kartini identik sebagai hari emansipasi wanita. Dalam sejarahnya, Kartinilah yang tercatat sebagai tokoh pejuang emansipasi wanita atau kesetaraan gender. Di zaman ini, kesetaraan gender juga diperjuangkan kaum liberal atas nama HAM.

Liberal atau Kartini memilkiki misi yang sama, dalam memperjuangkan keadilan versi HAM. Yakni keadilan dalam berbagai hak dan kewajiban antara kaum lelaki dan wanita. Padahal perbedaan antara kaum laki-laki dan wanita dalam berbagai sisi begitu jelas, baik fisik, kejiwaan, kecondongan dan kodrat. Uapay ini, ujung-ujungnya merongrong ayat-ayat al-qur’an yang sudah qoth’i dan valid serta merupakan ketatepan yang baku.

Keadilan dalam pandangan Kartini adalah upaya mendudukan peran wanita dan laki-laki setara dalam berbagai hal. Maka, atas nama HAM, banyak terjadi di zaman ini orang-orang yang merubah alat kelamin. Jika ditelaah, lelaki memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda dengan kaum wanita yang nota bene sebagai pihak yang berada dibawah tanggung jawab kaum laki-laki. Tentu, sebagai pihak penanggung jawab ‘wajar’ jika Allah menetapkan pembagian lebih dari kaum wanita.

Ini lantaran Allah ingin menegaskan bahwa kaum lelaki adalah pemimpin yang paling bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Dikarenakan pula bahwa kaum lelaki adalah pemangku paling bertanggung jawab dalam menafkahi. Inilah maksud firman Allah: “Laki-laki itu adalah pemimpin bagi wanita”

Konon, saking begitu besar peran Kartini dalam memperjuangkan hak-hak wanita yang kebablasan, lahirlah lirik lagu gubahan tentang Hight Profile Kartini yang sarat dengan kesyirikan dan pengungan.

Dalam lirik lagu tersebut nampak jelas begitu terpujinya Kartini ini. Terbukti dengan diproklamirkannya penyebutan putri yang mulia pada beliau. Dan ada lagi satu bait dalam lirik lagu tersbut yang juga dapat kita kritisi bersama, yaitu pada kata”Sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia.”

Karena perjuangan Kartini inilah, ia djuluki sebagai wanita pendobrak kegelapan, menuju terang benderang. Padahal, seruan Kartini tak lebih sebuah seruan jahiliyah yang mengarah para wanita menuju jurang-jurang neraka, dalam bahasa qur’an disebut: minannuri iladzulumaati.

KESIMPULAN

Setidaknya, Kartini menjadi icon perubahan kaum wanita Indonesia dalam kancah kehidupan yang justeru merong-rong batas-batas Allah dan kodrat wanita. Kehadiran Kartini, memang tidak dipungkiri telah berjasa memperjuangkan tanah air dari penjajahan Belanda. Tetapi, jangan lupa bahwa efek berbahaya dari seruan sesatnya menjadi konten yang sangat memerlukan kritik, untuk tidak kemudian menjadi teladan bagi generasi Indonesia. Hal-hal itu dapat kita simpulkan sbb;

Pertama; Misi emansipasi. Jelas merupakan misi yang berbahaya bagi kelangsungan hidup wanita dan generasi bangsa. Bagaimana pun kaum wanita tidak pantas menyetarakan peran sertanya sebagaiman halnya peran kaum lelaki. Wanita memiliki halangan-halangan secara kodrah dan firoh, yang tidak sama dengan kaum lelaki.

Kedua: Tata Busana. Cara busana ala Kartini menjadi kritik pedas, yang tidak patut ditiru bagi wanita Indonesia. Islam mengajarkan waniat menutup aurat. Demikian yang dicontohkan oleh para shahabiyah dalam berbagai bidang yang sesuai kodratnya. Hal ini sebagaimana yang telah ditegaskan dalam qur'an; al Ahdzab : 39, an-Nuur: 33

Ketiga: politik. Dalam soal politik, Kartini cukup banyak ikut mempengaruhi politik terutama dalam uapayanya melawan penjajah. Sebagaimana Cuk Nyak Dien, Dewi Sartika dll, juga para pejuang wanita yang tak boleh dilupakan. Merekalah yang ikut serta terjuang ke medan tempur mengomando pertempuran melawan penjajah. Adalah hal yang layak ditapaki jejaknya, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh generasi shahabiyah terbaik umat islam dari salaful ummat.

Oleh karena itu, jauh sebelum itu, sejak ribuan tahun silam, citra wanita islam yang telah menorehkan sejarah emas dalam tinta sejarah islam mengajarkan banyak pelajaran dan keteladan dan inspirasi yang amat indah untuk dilukiskan mengalahkan wanita manapun di dunia ini.

Tidak ada teladan terbaik bagi wanita selain para shahabiyah yang mendapatkan jaminan ridha dan diridhai Allah. Tidak ada kemuliaan selain kemuliaan meneladani napak tilas generasi shahabiyah yang mengagumkan dalam segala dimensinya. Baik ekonomi, politik, budaya, social dan berbagai keuatamaan mereka yang menakjubkan hati setiap insan. Merekalah sebaik-baik teladan dan inspirasi. Wallahua’lam.

Minggu, 07 April 2013

Indian students invent anti-rape electric shock underwear



Following a series of high profile gang rapes and an increase in national attention on sex attacks on women, three Indian engineering students have designed anti-rape underwear.

The underwear, which is fitted with pressure sensors, is capable of sending out a 3,800 kV electric shock. The clothing, which goes by the name ‘Society Harnessing Equipment’ (SHE), also contains a GPS tracking system that will notify the police and family of the victim, in the case of the sensors being activated.
Manisha Mohan, co-developer of the product told The Times of India: “The shocks can be emitted up to 82 times… A person trying to molest a girl will get the shock of his life the moment pressure sensors get activated, and the GPS and GSM modules would send an SMS to the emergency number, as well as to the parents of the girl.”
The vest-like garment has a circuit board placed near the breasts, with polymer built-in to protect the wearer from shocks. The design was developed in response to the inventors’ research which showed attackers often groped women in the early stages of an assault.
The designers, of which two are women, hope to have the product ready for public sale later this month. It is not yet been revealed how much it would cost.



Society Harnessing Equipment report at www.techpedia.in
Recent attacks in India

At the end of 2012, there were large and sometimes violent protests against the rape of a young woman in New Delhi, who subsequently died from her injuries.

Since then, stricter laws have been passed that make stalking, voyeurism and acid-attacks a crime in India. The new laws also increase the penalty for repeat rape offenders or for rape attacks that result the victim’s death, making the minimum 20 years imprisonment. It also allows for the death penalty to be applied in these cases.

In spite of this, further reports emerged last month of a British woman who jumped from a hotel balcony to escape a possible gang rape.

Although many welcomed the new laws as a huge advance, Ananth Guruswamy, Chief Executive of Amnesty International India said the new law is “not nearly enough”. She spoke specifically about the impunity for rape committed by husbands and members of security forces.

According to the Associated Chambers of Commerce & Industry of India (Assocham) the number of female tourists travelling to India declined by 25 percent in the first three months of 2013, largely in reponse to growing fears over the risk of sexual assault.



Jumat, 05 April 2013

4 Negara Yang Paling Ditakuti Amerika Serikat


Amerika telah menjadi satu-satunya negara yang dominan di muka bumi ini, setelah keruntuhan Uni Soviet, Amerika kian melebarkan sayapnya untuk mempengaruhi, mememasarkan juga menanamkan ideologi liberal mereka di hampir seluruh duni.


Dengan kekuatan ekonomi dan juga militer, sepak terjang mereka menuai banyak kritik dan bahkan kebencian di hati banyak manusia di dunia. Karena Amerika dinilai banyak pihak mencampuri urusan negara – negara lain demi memuluskan kepentingan Amerika sendiri. (Neo Kolonialisme Modern Terselubung)


1. Korea Utara



Militer Korea Utara momok yang menakutkan bagi amerika. Ini adalah negara dengan anggota militer terbesar ke-4 di planet ini, dan menghabiskan porsi yang lebih besar dari PDBnya utuk anggaran militer daripada negara lain. Juga dengan keberadaan senjata nuklir yang dirahasiakan dan tidak terdata oleh PBB. 

2. Iran 



Sangat mudah untuk melihat mengapa Amerika takut Iran. Presiden Mahmoud Ahmadinejad mengancam akan menghapus Israel dari peta dan menyatakan Amerika Serikat adalah dalang sebenarnya di balik 9 / 11 . 

Dan sampai hari ini Amerika tetap memberi perhatian penuh atas aksi dan ucapan Ahmadinejad, itulah sebabnya Ahmadinejad masih menjadi tokoh yang sangat berpengaruh dalam jajaran musuh abadi AS.


Meskipun anggaran tahunan militer mereka adalah sekitar sembilan miliar dolar , yang menempatkan mereka di urutan seperti Yunani dan Australia .Kekuatan Nuklir Iran adalah sesuatu yang bisa menjadi ancaman serius, saking seriusnya sampai-sampai agen CIA turun tangan untuk membunuh beberapa Ahli Nuklir Iran. 

3. China 



Menurut The New York Post, Amerika sudah berutang pada Cina begitu banyak , sehingga Cina dapat menghancurkan ekonomi Amerika kapanpun mereka mau. Media cenderung menggambarkan Amerika seperti pecundang dan China seperti kakak ipar yang terus meminjamkan uang. 

Meskipun China masih tergantung pada AS dan ada juga anggapan jika mereka memutuskan untuk menarik alas ekonomi di Amerika Serikat, mereka juga akan menjatuhkan ekonominya sendiri karena begitu banyaknya pasar China di AS.


Keungulan dalam bidang pendidikan China, China mulai jauh mengalahkan Amerika dalam mendidik anak-anaknya, mereka bahkan menghasilkan lulusan perguruan tinggi lebih dari Amerika.

4. Rusia 



Rusia memiliki jumlah senjata darat terbanyak didunia yaitu sejumlah 79,985. 22.800 adalah Tank. Russia memiliki total sebanyak 526 Mesin Perang Angkatan Laut dan memiliki 3,888 angkatan udara. 

Kekuatan Rusia tidak sehebat pendahulunya Uni Soviet yang memiliki banyak Kapal Induk, sekarang Rusia hanya memiliki kapal indul satu satunya Admiral Kuznetsov dan sebagian besar Alutsistanya peninggalan era soviet, perlahan dibawah komando Vladimir Putin. Rusia mengejar titel “Adidaya” nya lagi.
 
sumber: http://teraneh.com/4385/4-negara-yang-paling-ditakuti-oleh-amerika.html/

Senin, 01 April 2013

April Mop & Sejarah Kelam Islam Di Eropa


Hari ini hari senin tepatnya tanggal 1 April. Hari biasa sih sebenarnya, hari buat nyantai tapi sekaligus buat memenuhi undangan dari teman teman yang lagi berbahagia dalam acara resepsi pernikahannya. Tapi ada yang spesial hari ini, bertepatan dengan tanggal 1 April yang dikenal dengan April Mop atau dalam bahasa Inggrisnya April Fool’s Day. Apa sih April Fool’s Day itu? Pada hari itu (1 April) setiap orang diperbolehkan untuk berbohong atau membuat lelocon konyol tampa rasa bersalah atau tidak boleh disalahkan. Hari ini ditandai dengan bercanda, tipu menipu kepada keluarga, teman, sahabat, musuh dan tetangga dengan tujuan mempermalukan mereka.

Aku sebenarnya tidak begitu setuju dengan April mop ini, kerena melegalisasi sesuatu perbuatan yang tidak terpuji. Setiap orang pasti hari ini tidak begitu saja mempercai berita yang diterimanya. Misalnya berita musibah yang menimpa teman atau sahabat, kita pasti mengira ini April Mop. Iya kalau April Mop, kalau beneran bagaimana? Tentu kita akan sangat menyesal mengabaikan berita duka itu. Lagi pula dalam kaca mata agama yang aku anut yaitu islam, April Mop merupakan hari yang kelam dalam sejarah peradaban islam di Eropa.

April Mop dalam pandangan islam.

April Mop atau The April’s Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi sebuah negara yang makmur. Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya. Selama itu pula kaum non muslim yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol. Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yaitu dengan melemahkan iman mereka melalui pemikiran dan budaya lebral.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan non muslim. Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara non muslim mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah mereka. Dengan lantang tentara non muslim itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. Orang orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal- kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol. Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan non muslim, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara non muslim menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya. Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara non muslim juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Ribuan umat Islam itu tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedangkan para tentara non muslim telah mengepung mereka dengan pedang terhunus. Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara non muslim segera menyerbu umat Islam Spanyol. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu tewas sebagai syuhada.

Tragedi itu bertepatan dengan tanggal 1 April.Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia barat sebagai April Mop (The April’s Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Sebab itulah, April Mop dirayakan dengan melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.

Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Sebab itu, sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut ikutan merayakan tradisi ini.Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan ribuan saudara saudaranya di Granada, Spanyol 5 abad silam yang lalu.



Sumber: www.eramuslim.com
Link : http://m.kompasiana.com/post/sejarah...slam-di-eropa/

Senin, 11 Maret 2013

8-Year-Old Boy Marries 61-Year-Old Woman



An 8-year-old South African boy in Tshwane married a 61-year-old woman after he told his family his dead ancestors wanted him to tie the knot.

The Daily Mail reported the boy, Sanele Masilela, walked down the aisle with the woman, Helen Shabangu, who is already married and the mother of five.


His family was reportedly afraid of “divine retribution” and decided to go along with the nuptials, paying about $750 for the bride and shelling out another $1,500 for the wedding that was put together in two months.
The groom, the youngest of five children, married the bride in a silver suit, and he even gave her a kiss on the lips to seal their marriage. The two reportedly exchanged rings in front of 100 guests.
So how could all of this be legal? According to the Daily Mail, family members said the marriage actually isn't. Even though the wedding shocked their community, they explained it was just a ritual to avoid angering their ancestors.
The Daily Mail quoted Sanele's 46-year-old mother, Patience Masilela, as saying: “This is the first time this has happened in the family. Sanele is named after his grandfather, who ... never had a white wedding before he died so asked Sanele to get married. He chose Helen because he loves her.”
The mother of the groom added: “By doing this, we made the ancestors happy. If we hadn't done what my son had asked, then something bad would have happened in the family. I didn't have a problem with it because I know it's what the ancestors wanted and it would make them happy.”
She indicated she doesn’t believe there is anything wrong with her 8-year-old son marrying a woman who is old enough to be his grandmother: “I would say that this is not wrong. Sanele was fine, and he was happy about the ceremony, and it was what he wanted. He was happy to get married and very excited.”
The newlyweds did not sign a marriage certificate and do not have to live together. In fact, the two have gone back to living their lives the way they did before the marriage ceremony.
The Daily Mail quoted Sanele as saying: “I told my mother that I wanted to get married because I really did want to. I'm happy that I married Helen -- but I will go to school and study hard.”
And, Sanele said, “When I'm older, I will marry a lady my own age.” 

Minggu, 10 Maret 2013

All About Ogoh-Ogoh in Bali


Ogoh-ogoh are statues built for the Ngrupuk parade, which takes place on the eve of Nyepi day in BaliIndonesia. Ogoh-ogoh normally have form of mythological beings, mostly demons. As with many creative endeavours based on Balinese Hinduism, the creation of Ogoh-ogoh represents spiritual aims inspired by Hindu philosophy.
The main purpose of the making of Ogoh-ogoh is the purification of the natural environment of any spiritual pollutants emitted from the activities of living beings (especially humans). The forms of Ogoh-ogoh represent the Bhuta-Kala (Bhuta: eternal energy, Kala: eternal time), according to Hindu teachings. The imperceptible potentials of nature cannot be thoroughly explored by anyone. Philosophically, civilized men are required to manage the natural resources without damaging the environment itself.


Aside from being the symbol of Bhuta-Kala, Ogoh-ogoh is considered a symbol of modes of nature that form the malicious characters of living beings. Ogoh-ogoh are usually made by the group of artists found in villages around Bali. After being paraded on a convoy around the town, finally it is burnt to ashes in a cemetery as a symbol of self-purification.
An Ogoh-ogoh is normally standing on a pad built of timber planks and bamboos. The pad is designed to sustain the Ogoh-ogoh while it is being lifted and carried around the village or the town square. There are normally eight or more men carrying the Ogoh-ogoh on their shoulders. This procession is accompanied by orchestral music performed by the youth. The use of flares is also a main part of the parade.

During the procession, the Ogoh-ogoh is rotated counter-clockwise three times. This act is done at every T-junction and crossroad of the village. Rotating the effigies during the cremational parade and the eve of Nyepi represents the contact of the bodies with the spirits. It is intended to bewilder the evil spirits so that they go away and cease harming human beings.
The Ogoh-ogoh is a very recent addition to the Nyepi ceremonies, first appearing in Denpasar in the early 1980s. At that time, they were carefully monitored for any criticism of the Suharto regime.